Gedung Graha Phonska, Lt. 4. Jalan Tanah Abang III, No. 116 Jakarta Pusat 10160
Manajemen Iklim
🌱Strategi Iklim & Manajemen Risiko
Pupuk Kaltim berkomitmen menghadapi perubahan iklim melalui strategi dekarbonisasi yang terarah dan berkelanjutan menuju Net Zero Emission 2060.
🌱
Strategi Iklim
Pupuk Kaltim berkomitmen menghadapi perubahan iklim melalui strategi dekarbonisasi yang terarah dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya menuju Net Zero Emission 2060, perusahaan menjalankan berbagai inisiatif mitigasi dan adaptasi untuk mengurangi emisi, meningkatkan efisiensi energi, serta memperkuat ketahanan operasional terhadap risiko iklim ekstrem.
Dalam jangka pendek, Pupuk Kaltim fokus pada efisiensi energi dan pengendalian emisi di proses produksi. Pada jangka menengah, perusahaan memperluas penerapan teknologi rendah karbon dan mengembangkan produk hijau seperti green ammonia. Sementara dalam jangka panjang, Pupuk Kaltim menargetkan transformasi menuju perusahaan kimia berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular melalui inovasi produk ramah lingkungan dan penerapan teknologi carbon capture and utilization (CCU).
Strategi ini dijalankan dengan tata kelola keberlanjutan yang kuat di bawah pengawasan Komite Dewan Komisaris dan Tim ESG lintas fungsi, memastikan setiap langkah menuju transisi energi hijau berjalan terukur dan berdampak nyata.
âš¡
Risiko dan Peluang Perubahan Iklim
Sebagai bagian dari komitmen mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan target Net Zero Emission 2060 Indonesia, Pupuk Kaltim secara aktif mengidentifikasi, mengelola, dan mengintegrasikan risiko dan peluang terkait iklim ke dalam perencanaan strategis dan operasional Perusahaan. Pengelolaan risiko iklim dilakukan melalui identifikasi dan mitigasi risiko fisik dan risiko transisi pada sektor hulu ke hilir, guna mengidentifikasi potensi dampak serta menyusun rencana mitigasi dan adaptasi.
Pendekatan ini terintegrasi dalam sistem Enterprise Risk Management (ERM) dan diwujudkan melalui efisiensi energi, pemanfaatan teknologi rendah karbon, penerapan circular economy, adaptasi proses bisnis terhadap perubahan iklim jangka pendek hingga jangka panjang, serta pelaporan keberlanjutan berbasis ESG dan TCFD. Dengan langkah ini, Pupuk Kaltim memastikan keberlanjutan operasional dan memberikan kontribusi nyata terhadap transisi energi nasional.
Untuk memperkuat pengawasan, Pupuk Kaltim mengadopsi ISO 31000:2018, dengan mengintegrasikan risiko dan peluang terkait iklim ke dalam proses ERM. Risiko dan peluang ini dilaporkan setiap bulanan kepada Direktur Manajemen Risiko dan triwulanan kepada Komite Pemantau Risiko, guna memastikan pemantauan berkelanjutan dan keselarasan dengan target Net Zero.
Pupuk Kaltim telah merangkum risiko dan peluang utama terkait iklim untuk tahun 2024, beserta langkah-langkah mitigasi yang telah diterapkan sebagai respons terhadap isu-isu tersebut, sebagai berikut:
Physical Risk
Jangka Waktu
Deskripsi Skenario
Potensi Dampak terhadap Bisnis
Strategi Mitigasi dan Adaptasi
Jangka Pendek (< 2030)
- Peningkatan intensitas hujan deras dan badai lokal - Gangguan pada sistem drainase - Risiko genangan dan banjir lokal di area operasional
- Plant shutdown akibat banjir, gangguan listrik, terganggunya suplai air, atau akses pegawai ke lokasi kerja - Akses jalan ke pelabuhan atau area produksi terganggu akibat genangan atau kerusakan infrastruktur - Kerusakan peralatan Pompa, sistem kelistrikan, dan utilitas lainnya rusak akibat banjir atau kelembapan tinggi - Kenaikan biaya operasional
- Mengembangkan inovasi green fertilizer - Kajian jangka panjang untuk memindahkan utilitas atau fasilitas kritis dari zona rawan iklim - Transformasi desain pabrik dengan infrastruktur tahan bencana - Kolaborasi untuk penguatan infrastruktur dan penanaman vegatasi pelindung kawasan industri - Penyesuaian strategi pembiayaan dan proteksi aset jangka panjang
Jangka Menengah (2031-2040)
- Peningkatan frekuensi hujan ekstrem dan badai regional - Risiko banjir lebih luas dan kontaminasi lingkungan - Dampak terhadap rantai pasok
- Kerusakan infrastruktur produksi, jalur pipa, dan pelabuhan terdampak banjir rob dan intrusi air laut - Gangguan produksi berkepanjangan - Meningkatnya biaya perbaikan aset - Keterlambatan bahan baku dan distribusi produk meningkat
- Program reforestasi dan green belt di kawasan industri - Smart Production & Smart Distribution - Integrasi risiko cuaca ekstrem dalam rencana kelangsungan usaha - Sistem proteksi di area tangki dan pipa - Pembangunan flood barrier permanen - Latihan rutin bagi karyawan
Jangka Panjang (2041-2060)
- Intensitas badai dan curah hujan ekstrem meningkat signifikan - Risiko banjir besar dan gangguan operasional jangka panjang - Tekanan pada desain infrastruktur eksisting
- Infrastruktur logistik & utilitas tidak layak - Lokasi pabrik menjadi tidak layak - Turn over tinggi - Gangguan sistemik distribusi dalam negeri dan ekspor - Biaya asuransi tinggi
- Mengembangkan inovasi green fertilizer - Kajian jangka panjang untuk memindahkan utilitas atau fasilitas kritis dari zona rawan iklim - Transformasi desain pabrik dengan infrastruktur tahan bencana - Kolaborasi untuk penguatan infrastruktur dan penanaman vegatasi pelindung kawasan industri - Penyesuaian strategi pembiayaan dan proteksi aset jangka panjang
Jangka Waktu
Deskripsi Skenario
Potensi Dampak terhadap Bisnis
Strategi Mitigasi dan Adaptasi
Jangka Pendek (< 2030)
Kenaikan moderat suhu harian maksimum di kawasan industri. Sistem pendingin dan jadwal kerja mungkin perlu penyesuaian.
- Heat stress meningkat - Penurunan produktivitas - Biaya energi naik - Gangguan pada stabilitas proses produksi sensitif suhu
- Transisi ke energi bersih - Peningkatan serapan karbon alami dengan rehabilitasi mangrove dan penanaman pohon - Penyesuaian shift kerja dan jam operasional siang hari - Program edukasi karyawan dan masyarakat terkait hemat energi dan pelestarian lingkungan - Optimalisasi efisiensi sistem HVAC - Monitoring suhu operasional dan kesehatan pekerja real time - Simulasi BCP untuk suhu ekstrem
Jangka Menengah (2031-2040)
Peningkatan frekuensi dan durasi gelombang panas, terutama di kawasan Kalimantan Timur. Infrastruktur pendingin mulai mengalami tekanan.
- Sistem pendingin, pompa, dan utilitas mengalami degradasi performa atau downtime - Kenaikan biaya operasional - Heat stress lebih tinggi dan durasi paparan lebih panjang - Turunnya output produksi
- Menggunakan teknologi heat recovery - Modernisasi dan peningkatan kapasitas sistem pendingin - Pemasangan heat barrier dan material tahan panas pada infrastruktur kritikal - Pelatihan tanggap darurat untuk suhu ekstrem - Evaluasi ulang desain utilitas pabrik agar tahan panas - Penguatan SOP BCP terkait iklim
Jangka Panjang (2041-2060)
Gelombang panas berkepanjangan menjadi risiko iklim signifikan di kawasan industri pesisir, dengan potensi pembatasan operasional dan gangguan rantai pasok.
- Potensi kebutuhan relokasi atau desain ulang sistem pendingin & utilitas utama - Distribusi bahan baku dan produk terganggu - Peningkatan premi asuransi - Produktivitas dan kehadiran pekerja menurun
- Mengembangkan inovasi green fertilizer - Desain ulang fasilitas tahan panas, termasuk perencanaan jangka panjang infrastruktur (green building, passive cooling) - Diversifikasi rantai pasok untuk mengurangi risiko gangguan logistik - Pengembangan early warning system iklim - Kerja sama dengan pemerintah daerah untuk infrastruktur adaptif kawasan industri - Integrasi risiko panas ekstrem dalam RJP & ERM perusahaan
Jangka Waktu
Deskripsi Skenario
Potensi Dampak terhadap Bisnis
Strategi Mitigasi dan Adaptasi
Jangka Pendek (< 2030)
- Kenaikan suhu air laut di sekitar area pesisir - Peningkatan suhu air untuk sistem pendingin (cooling system) - Perubahan pola arus laut dan pasang surut
- Penurunan efisiensi sistem pendingin pabrik - Gangguan produksi - Stres termal pada biota di sekitar area buangan air panas
- Peningkatan efisiensi operasional - Transisi ke energi rendah karbon - Optimalisasi cooling system - Implementasi sensor suhu air laut dan sistem peringatan dini - Pemantauan dampak suhu terhadap ekosistem laut sekitar
Jangka Menengah (2031-2040)
- Suhu air laut meningkat lebih signifikan dan berlangsung lebih lama - Kenaikan suhu mulai berdampak pada kualitas air pendingin - Potensi perubahan pola arus yang memengaruhi intake dan discharge pabrik
- Penurunan kapasitas produksi - Peningkatan korosi dan degradasi material - Gangguan ekosistem laut
- Program reforestasi dan green belt di kawasan industri - Modernisasi teknologi pendingin (misalnya hybrid cooling atau closed-loop) - Kajian alternatif sumber air pendingin (mis. air permukaan, air recycle) - Desain ulang sistem pengambilan dan pembuangan air untuk meminimalkan dampak suhu - Penerapan early warning system terkait ambang suhu buangan
Jangka Panjang (2041-2060)
- Suhu air laut meningkat secara permanen - Perubahan ekosistem pesisir signifikan - Risiko pemanasan global mempengaruhi daya dukung lingkungan operasi
- Ketidakstabilan operasional jangka panjang - Gangguan rantai pasok - Tekanan regulasi lingkungan meningkat akibat dampak ke ekosistem laut; potensi konflik dengan masyarakat pesisir - Penurunan daya saing
- Mengembangkan inovasi green fertilizer - Implementasi CCUS - Penerapan sistem pendingin generasi baru - Kerja sama dengan regulator dan komunitas pesisir dalam menjaga daya dukung lingkungan laut
Jangka Waktu
Deskripsi Skenario
Potensi Dampak terhadap Bisnis
Strategi Mitigasi dan Adaptasi
Jangka Pendek (< 2030)
- Penurunan curah hujan musiman dan pasokan air permukaan - Fluktuasi debit air dari sungai dan sumber baku air - Kekeringan lokal jangka pendek akibat fenomena El Niño
- Peningkatan suhu mempercepat penguapan air di kolam penampungan - Efisiensi proses produksi menurun karena keterbatasan air pendingin - Kualitas produk di gudang dapat menurun akibat suhu tinggi - Penurunan permintaan pupuk dari wilayah yang terdampak kekeringan ekstrem (petani gagal tanam) - Pengambilan air berlebih dari sumber lokal dapat memicu konflik dan tekanan regulasi
- Melakukan pengelolaan air terpadu - Penyesuaian operasional cooling tower dan peningkatan kapasitas heat exchanger - Pelatihan operator untuk manajemen air pada kondisi terbatas - Program komunikasi dengan petani untuk strategi tanam alternatif
Jangka Menengah (2031-2040)
- Penurunan debit air lebih sering dan signifikan - Ketersediaan air baku tidak stabil sepanjang tahun - Perubahan iklim memperburuk frekuensi dan durasi kekeringan
- Gangguan sistem pendingin dan turunnya efisiensi pabrik karena kekurangan air - Risiko derating produksi untuk menjaga keselamatan aset - Kerusakan peralatan utilitas (boiler, cooling system) - Pola tanam berubah secara permanen di beberapa wilayah sentra pertanian - Penurunan permintaan pupuk nitrogen di musim kering panjang - Tekanan dari masyarakat dan pemerintah jika penggunaan air industri mengganggu kebutuhan masyarakat
- Program reforestasi dan green belt di kawasan industri - Pengembangan inovasi teknologi produksi rendah air (water-efficient process) - Investasi pada water treatment plant upgrade - Kajian alternatif sumber air pendingin (mis. air permukaan, recycle air) - Konservasi daerah tangkapan air melalui program CSR lingkungan - Integrasi climate resilience ke dalam asset management plan - Kolaborasi dengan kementerian pertanian untuk program adaptif iklim
Jangka Panjang (2041-2060)
- Kekeringan menjadi lebih ekstrem dan berkepanjangan - Penurunan signifikan pasokan air permukaan dan tekanan pada daya dukung lingkungan - Perubahan iklim berdampak struktural pada ketersediaan air di wilayah operasi
- Risiko kekeringan kronis mengancam ketersediaan air baku jangka panjang - Potensi pengurangan operasi pabrik karena keterbatasan air baku permanen - Dampak signifikan terhadap kontinuitas utilitas pabrik dan sistem produksi pupuk - Konflik kepentingan antara industri dan masyarakat sekitar semakin tinggi - Penurunan daya saing akibat kenaikan biaya air dan energi - Penurunan konsumsi pupuk konvensional, meningkatnya permintaan pupuk efisien air
- Kajian long-term water security plan untuk kawasan industri Bontang - Revamping unit utilitas menjadi low water consumption system - Kerja sama dengan regulator dan komunitas pesisir dalam menjaga daya dukung lingkungan laut - Pengembangan portofolio pupuk adaptif (biofertilizer, water-retaining agent) - Transformasi bisnis menuju climate-smart agriculture solutions provider
Transition Risk
Risiko terkait Iklim
Jangka Waktu
Deskripsi Skenario
Potensi Dampak terhadap Bisnis
Strategi Mitigasi dan Adaptasi
Harga Karbon
Jangka Pendek (< 2030)
- Pemerintah mulai mengatur implementasi harga karbon (carbon tax / carbon pricing) pada sektor industri intensif emisi, termasuk pupuk - Kewajiban pelaporan emisi dan offset monitoring - Ketidakpastian mekanisme pasar karbon nasional
- Kenaikan biaya produksi akibat beban pajak karbon pada emisi COâ‚‚ dari proses produksi ammonia & urea - Potensi penurunan daya saing harga produk di pasar ekspor & domestik - Tekanan terhadap margin keuntungan - Biaya tambahan untuk compliance dan pelaporan
- Menyusun carbon management strategy internal - Memperkuat inventarisasi & pelaporan emisi GRK (MRV) - Efisiensi energi di proses produksi rendah emisi - Pelatihan internal terkait regulasi karbon - Kerjasama dengan distributor untuk sertifikasi produk hijau - Edukasi pasar terkait nilai tambah produk rendah karbon
Jangka Menengah (2031-2040)
- Harga karbon nasional/internasional semakin tinggi dan stabil - Peningkatan tuntutan investor & pembeli terhadap jejak karbon produk - Penguatan skema perdagangan karbon
- Peningkatan biaya operasional signifikan jika emisi tidak berkurang - Risiko kehilangan pasar ekspor bagi pembeli yang mensyaratkan produk rendah karbon (CBAM/Carbon Border Adjustment Mechanism) - Potensi penurunan nilai aset intensif karbon (carbon asset stranding)
- Investasi teknologi efisiensi energi dan low carbon process - Substitusi bahan bakar & energi ke sumber rendah karbon - Penyesuaian strategi harga & kontrak dagang untuk mengantisipasi CBAM - Kerjasama dengan distributor untuk sertifikasi produk hijau - Edukasi pasar terkait nilai tambah produk rendah karbon
Jangka Panjang (2041-2060)
- Penerapan harga karbon tinggi dan komprehensif - Pasar global mensyaratkan produk rendah emisi atau net zero - Regulasi semakin ketat terhadap intensitas emisi industri pupuk & kimia - Perubahan struktur pasar dan rantai pasok global
- Risiko stranded asset jika pabrik tidak bertransformasi - Penurunan daya saing global bila intensitas emisi tinggi - Kenaikan biaya operasional - Potensi reputational risk jika dianggap tidak adaptif terhadap transisi hijau
- Transformasi proses produksi ke teknologi green ammonia / hydrogen based - Menerapkan teknologi CCUS (Carbon Capture, Utilization & Storage) - Konektivitas strategi untuk pengembangan pasar karbon & dekarbonisasi - Integrasi target Net Zero ke dalam strategi bisnis jangka panjang
Peluang / Upside Risk
Peluang
Jangka Waktu
Dampak terhadap Bisnis
Strategi Mitigasi dan Adaptasi
- Low Carbon & Green Product - Circular Economy - Bio-based & Sustainable Chemistry - Green Financing
Jangka Pendek (< 2030)
- Meningkatkan daya saing dan kepercayaan pemangku kepentingan - Membuka peluang pasar baru di dalam negeri yang berorientasi rendah karbon - Memperkuat posisi Pupuk Kaltim dalam sistem BUMN hijau - Mengurangi biaya energi dan bahan baku melalui optimalisasi proses
- Pengembangan R&D dan pilot produk hijau - Audit dan baseline keberlanjutan - Kolaborasi dengan mitra riset - Pelatihan produk hijau (eco-label) dan sertifikasi Life Cycle Assessment (LCA) - Kampanye reputasi keberlanjutan - Kemitraan rantai nilai berkelanjutan
Jangka Menengah (2031-2040)
- Menurunkan intensitas karbon per ton produksi - Menghasilkan tambahan pendapatan dari carbon credit dan eco-product market - Meningkatkan nilai aset dan return to green investor - Memperluas kemitraan dengan lembaga keuangan dan mitra internasional
- Skala industri bahan kimia berkelanjutan - Integrasi model bisnis sirkular - Integrasi teknologi CCUS - Konektivitas sistem rantai nilai hijau dari produksi hingga distribusi - Kemitraan internasional dalam riset dan pemasaran produk rendah karbon - Peningkatan kapasitas SDM keberlanjutan
Jangka Panjang (2041-2060)
- Pupuk Kaltim menjadi pemimpin industri pupuk rendah karbon di Asia Tenggara - Peningkatan valuasi perusahaan melalui pengakuan ESG global - Kontribusi signifikan terhadap target Net Zero Indonesia 2060 - Daya tahan bisnis terhadap fluktuasi harga energi dan regulasi emisi
- Digitalisasi dan otomatisasi hijau (smart eco-industry) - Penguatan tata kelola dan inovasi terus menerus untuk mendukung ekonomi rendah karbon nasional
🎯 Komitmen Net Zero Emission 2060
Melalui strategi iklim yang komprehensif dan pengelolaan risiko yang terintegrasi, Pupuk Kaltim berkomitmen untuk mencapai target Net Zero Emission 2060 dengan tetap mempertahankan operasional yang berkelanjutan dan berkontribusi positif terhadap transisi energi nasional.